Galeri Budaya Tionghoa PIK: Wajah Baru Wisata Budaya di Jakarta Utara

Galeri Budaya Tionghoa Indonesia, Pantai Indah Kapuk, hadir sebagai destinasi wisata edukatif baru di Jakarta Utara, melengkapi museum budaya Tionghoa di Jabodetabek. Pengunjung dapat mempelajari jejak sejarah, pengaruh kuliner, sistem marga, hingga kisah diskriminasi etnis Tionghoa di Indonesia dalam satu ruang budaya yang modern dan reflektif.

Jejak Sejarah Rujak: Kuliner Legendaris Nusantara, Simbol Harmonisasi dalam Sepiring Keberagaman

Siapa yang bisa menolak kesegaran rujak di siang hari?

Tapi di balik rasa pedas-manisnya, tahukah kamu kalau rujak sudah ada sejak tahun 901 Masehi? Bukan sekadar salad buah biasa, hidangan ini tercatat dalam prasasti kuno dan menyimpan filosofi mendalam tentang keharmonisan.

Yuk, telusuri jejak sejarah rujak dari zaman Kerajaan Mataram Kuno hingga transformasinya di belahan dunia lain.

Eks Kamp Cideng yang Terlupakan: Pelajaran tentang Rapuhnya Takdir Manusia

Di tengah hiruk-pikuk Jakarta, kawasan Cideng menyimpan jejak sejarah yang nyaris terlupakan. Berbekal peta lama dan langkah kaki, tulisan ini mengajakmu menelusuri bekas Kamp Interniran Cideng, tempat rumah-rumah elit kolonial berubah menjadi ruang penahanan perempuan dan anak-anak, sekaligus ruang belajar tentang rapuhnya takdir manusia di hadapan sejarah.

JP Coen Stichting Internaat: Satu Bangunan Banyak Kehidupan

Gedung JP Coen Stichting di Guntur, Jakarta Selatan, telah mengalami berbagai perubahan fungsi, mulai dari sekolah asrama pada masa kolonial, penjara militer, bioskop, hingga kini dimanfaatkan sebagai fasilitas olahraga dan kafe. Perjalanan ini menunjukkan bagaimana adaptasi fungsi menjadi salah satu cara bangunan bersejarah bertahan di tengah tekanan perkembangan kota

Kampung Bendungan Udik: Cerita dari Sebuah Nama yang Hampir Hilang

Banyak orang Jakarta tak menyadari bahwa di balik Gatot Subroto yang ramai, pernah hidup sebuah kampung bernama Bendungan Udik. Kini, jejaknya terserak di antara gang sempit. Nyaris kehilangan namanya, tenggelam di antara gedung-gedung tinggi dan ingatan kota yang terlalu cepat berjalan.