Ali Sadikin dan Seni Budaya: Warisan Terbesar untuk Jakarta
Banyak orang mengenal Taman Ismail Marzuki, tetapi tidak mengetahui sosok di balik kelahirannya. Inilah warisan terbesar Ali Sadikin yang membentuk Jakarta sebagai kota seni dan budaya.
Banyak orang mengenal Taman Ismail Marzuki, tetapi tidak mengetahui sosok di balik kelahirannya. Inilah warisan terbesar Ali Sadikin yang membentuk Jakarta sebagai kota seni dan budaya.
Harum bawang goreng yang tercium hingga ke jalan raya dan tol di sekitar Pasar Rebo membawa saya menemukan salah satu sentra industri rumah tangga di Jakarta Timur.
Di Pasar Obor Cijantung, usaha keluarga yang telah bertahan lintas generasi mengolah bawang merah menjadi produk bernilai tambah, sekaligus menghidupi banyak keluarga dan memasok kebutuhan pelaku usaha kuliner di berbagai daerah.
Polemik unggahan BEM Psikologi UI membuka diskusi tentang batas antara ilmu pengetahuan dan agama. Bagaimana psikologi menjelaskan manusia melalui kajian ilmiah, dan bagaimana Islam mengajaknya bicara tentang makna dan moral.
Catatan reflektif tentang polemik homoseksualitas, ilmu pengetahuan, dan ruang dialog yang seharusnya ada di Indonesia.
Kasus penyekapan di Bandung menyisakan pertanyaan yang lebih besar daripada sekadar bagaimana pelaku bisa melakukan kekerasan selama bertahun-tahun.
Bagaimana seseorang bisa perlahan menghilang dari keluarga, teman, dan masyarakat tanpa benar-benar terlihat?
Artikel ini mengulas tanda-tanda yang kerap terabaikan, peran keluarga dan komunitas sebagai ruang deteksi dini, serta mengapa kepedulian sederhana bisa menjadi pembeda antara seseorang yang bertahan sendirian dan seseorang yang akhirnya menemukan kembali dirinya yang hilang.
Di tengah padatnya kawasan Lautze, Vihara Tri Ratna berdiri sebagai lebih dari sekadar rumah ibadah tua. Ia menyimpan sebuah prasasti memorial pemakaman dan menjaga ingatan tentang sentiong besar yang pernah membentang di kawasan ini. Ketika makam-makam telah hilang ditelan pembangunan kota, vihara dan prasastinya tetap menjadi penjaga ingatan kolektif bahwa Jakarta pernah memiliki lanskap pemakaman Tionghoa yang kini nyaris terlupakan.