Karadenan: Kampung Para Bangsawan di Kabupaten Bogor

Di tengah perkembangan Kabupaten Bogor yang semakin padat, Kampung Karadenan masih menyimpan jejak sejarah yang membawa kita pada kisah para Raden, silsilah keluarga, perkembangan Islam, masjid tua, hingga pusaka yang diwariskan lintas generasi. Di Karadenan Kaum, sejarah tidak hanya ditemukan dalam cerita tentang leluhur, tetapi juga dirawat melalui Masjid Al-Atiqiyah, Museum Keris, penelusuran silsilah, dan berbagai peninggalan yang masih dijaga masyarakat.

Menyusuri kampung ini seperti membuka kembali halaman sejarah yang lama terselip, sekaligus melihat bagaimana sebuah komunitas berusaha menjaga ingatannya agar tidak hilang ditelan perubahan zaman.

Same Same Bakery: Datang Untuk Roti, Pulang Bawa Story

Same Same Bakery menawarkan pengalaman yang berbeda. Bukan sekadar mencicipi roti, tetapi juga menikmati karya arsitektur berusia lebih dari satu abad di Kota Tua Jakarta. Dari sejarah Gedung Kerta Niaga hingga pilihan roti yang menggoda, inilah cerita tentang tempat yang layak dikunjungi lebih dari sekali.

Vihara Tri Ratna: Penjaga Jejak Sentiong yang Terhapus dari Ingatan

Di tengah padatnya kawasan Lautze, Vihara Tri Ratna berdiri sebagai lebih dari sekadar rumah ibadah tua. Ia menyimpan sebuah prasasti memorial pemakaman dan menjaga ingatan tentang sentiong besar yang pernah membentang di kawasan ini. Ketika makam-makam telah hilang ditelan pembangunan kota, vihara dan prasastinya tetap menjadi penjaga ingatan kolektif bahwa Jakarta pernah memiliki lanskap pemakaman Tionghoa yang kini nyaris terlupakan.

Masjid Lautze: Ketika Sebuah Ruko Menjadi Jembatan Antara Islam dan Identitas Tionghoa

Masjid Lautze tak sekedar menjadi tempat ibadah dan konversi keyakinan. Ia juga menjadi penanda bagaimana dua budaya bertaut, membentuk satu budaya baru yang ikut memperkaya keragaman budaya Jakarta sebagai melting pot, tempat bertemunya berbagai macam orang dari berbagai macam latar budaya

Dari Trisakti: Sebuah Lubang Peluru yang Tak Hanya Menganga di Jendela, Tapi di Hati Bangsa

Kunjungan ke Museum Tragedi 12 Mei 1998 di Kampus Trisakti menghadirkan kembali ingatan tentang peluru, mahasiswa yang gugur, dan reformasi yang belum sepenuhnya tuntas.

Dari lubang bekas peluru di kaca kampus hingga Aksi Kamisan yang masih berlangsung hari ini, ada pertanyaan tentang keadilan yang belum selesai dijawab negara.