Saya dan Depresi #3 – Memelihara Harapan

Ketika depresi datang, yang paling dulu hilang sering kali bukan kebahagiaan, melainkan keyakinan bahwa hidup masih menyimpan sesuatu untuk dinanti. Harapan terasa jauh, asing, bahkan mustahil dipelihara.

Artikel ini membahas bagaimana harapan dipelihara bukan saat hidup terasa mudah, tetapi justru ketika segalanya tampak gelap.

Tren Posting Hampers di Media Sosial: Perlu atau Tidak?

Fenomena saling berkirim dan memposting hampers. Di balik tampilannya yang hangat, tersimpan strategi branding, relasi sosial, hingga potensi pergeseran makna keikhlasan. Sebuah refleksi tentang tren, niat, dan adab dalam bermedia sosial.

Kritik yang Membangun, Pujian yang Menguatkan

Di era media sosial, kritik sering lebih cepat dipublikasikan daripada pujian. Artikel ini mengajak kita menata ulang cara bersuara sebagai konsumen: menyampaikan keluhan lewat jalur yang bertanggung jawab, sekaligus berani meramaikan pujian sebagai bentuk dukungan nyata bagi UMKM.

Eks Kamp Cideng yang Terlupakan: Pelajaran tentang Rapuhnya Takdir Manusia

Di tengah hiruk-pikuk Jakarta, kawasan Cideng menyimpan jejak sejarah yang nyaris terlupakan. Berbekal peta lama dan langkah kaki, tulisan ini mengajakmu menelusuri bekas Kamp Interniran Cideng, tempat rumah-rumah elit kolonial berubah menjadi ruang penahanan perempuan dan anak-anak, sekaligus ruang belajar tentang rapuhnya takdir manusia di hadapan sejarah.

Menjaga Hak, Menjaga Batas: Refleksi Hak Asasi di Dalam Koridor Islam

Peringatan Hari HAM Sedunia menjadi ruang refleksi tentang bagaimana kebebasan dan ajaran agama saling bertemu. Artikel ini membahas pandangan Islam mengenai hak asasi manusia, termasuk isu pernikahan beda agama yang kembali mencuat lewat gugatan MK. Dengan pendekatan formal-reflektif, tulisan ini menegaskan bahwa perjuangan HAM tetap perlu berpijak pada koridor syariat agar nilai kemanusiaan tidak kehilangan arah spiritualnya