Masjid Fatimah Muhammad: Sebuah Masjid, Sebuah Bakti

Kalau sedang berada di sekitar MT Haryono atau kawasan Tebet, lalu waktu sholat tiba, tak perlu ditunda, ada satu tempat yang bisa segera dituju. Tidak jauh, tidak rumit mencarinya. Ikuti saja arahan navigasi ke Masjid Fatimah Muhammad, yang letaknya sangat dekat dengan Tebet Eco Park, pasti ketemu. Dari hiruk pikuk jalan besar dan lalu lintas yang nyaris tak pernah benar-benar diam, kita hanya perlu beberapa menit untuk sampai pada ruang yang lebih tenang.

Masjid ini bukan bangunan yang telah lama yang menyimpan kisah. Ia justru relatif baru. Peletakan batu pertamanya dilakukan pada 20 Agustus 2020 dan diresmikan pada 19 Maret 2022 oleh Anies Baswedan. Dibangun atas inisiatif keluarga Yusuf Muhammad Martak sebagai bentuk bakti kepada kedua orang tuanya. Nama “Fatimah Muhammad” diambil dari nama sang ibu dan ayah. Sebuah bangunan yang lahir dari penghormatan, lalu tumbuh menjadi ruang teduh bagi banyak orang.

Dari luar, arsitekturnya tampak modern dengan garis tegas dan warna yang bersih. Namun yang membuat saya betah justru suasananya.

Ruang sholat utama berada di lantai satu. Begitu masuk, kesan yang muncul adalah rapi dan elegan, dengan detail interior yang memberi sentuhan mewah tanpa terasa berlebihan. Karpet terhampar presisi, lampu gantung memantulkan cahaya lembut, dan pendingin ruangan menjaga udara tetap sejuk. Ada rasa disambut hangat sebagai jamaah, seolah tempat ini dirancang bukan sekadar untuk menampung, tetapi untuk merangkul.

Naik ke lantai dua, area sholat perempuan tidak sumpek, tidak terasa sebagai ruang tambahan. Justru terasa dirancang dengan perhatian. Saya selalu percaya bahwa kenyamanan ruang ibadah perempuan adalah bentuk keseriusan pengelola dalam memuliakan jamaah perempuan agar bisa beribadah nyaman tanpa merasa terpinggirkan.

Tempat wudhunya pun bersih dan tertata. Lantai tidak licin, aliran air lancar, dengan pencahayaan yang baik. Ruang ini untuk sebagian orang mungkin tak terlalu penting, tetapi ruang wudhu yang nyaman membuat proses bersuci menjadi pembuka rangkaian pengalaman yang utuh, bukan sekadar persiapan teknis sebelum berdiri dalam shaf.

Di akhir pekan, kedekatannya dengan Tebet Eco Park memberi dimensi lain. Banyak orang datang setelah atau sambil beraktivitas di taman, untuk menunaikan sholat. Keberadaan masjid ini sungguh memudahkan membuat simpul antara tubuh yang aktif dan jiwa yang butuh jeda.

Begitu lah kisah Masjid Fatimah Muhammad yang bukan hanya tentang bangunan yang megah. Ia adalah kisah bakti anak kepada orang tua, tentang ruang yang dibangun dari niat baik, dan tentang bagaimana sebuah masjid bisa menjadi bagian dari ritme hidup masyarakat urban, tidak saling meniadakan.

Di tengah Jakarta yang terus sibuk bergerak, masjid ini berdiri sebagai pengingat bahwa selalu ada tempat untuk jeda menghela napas, merapikan hati dan pikiran sebelum melanjutkan segala kegiatan.

📍Masjid Fatimah Muhammad 
Jl. Tebet Barat Raya No.44
Tebet, Jakarta Selatan

Leave a Comment