Nice To Meet You, Meneer Hofland van Subang

Saya mulai cerita tentang kunjungan saya ke Subang dari sebuah patung yang awalnya sempat hilang dicuri, dan setelah kembali kemudian disimpan di Wisma Karya. Kalau Pangalengan punya Bosscha, maka Subang punya Peter William Hofland, seorang protagonis berkewarganegaraan Belanda yang punya andil besar meletakkan dasar pertumbuhan Kabupaten Subang, melalui sebuah perusahaan yang mengelola tanah partikelir terbesar … Read moreNice To Meet You, Meneer Hofland van Subang

Gedung Srimanganti (bukan di) Yogyakarta

Beneran, bukan di Yogyakarta, meski namanya persis dengan nama salah satu bagian Keraton Yogyakarta, tapi gedung ini berada di komplek Museum Prabu Geusan Ulun, Sumedang. Salah satu jejak pengaruh Kesultanan Mataram Islam di tatar Sunda, selain rasa-rasa Jawa di ALun-alun Sumedang yang pernah saya ceritakan di sini. Kata srimanganti kalau menurut KBBI berarti pintu gerbang … Read moreGedung Srimanganti (bukan di) Yogyakarta

Tahu Bungkeng, Seabad Lebih Menjadi Legenda Perintis Tahu Sumedang

Keliling lah ke seluruh penjuru Jakarta, niscaya kamu akan menemukan penjual tahu Sumedang. Maka tak salah kalau Sumedang termasyhur sebagai Kota Tahu. Mengalahkan identitasnya sebagai puseur budaya Sunda. Ada yang hanya menyebut Tahu Sumedang, tapi banyak juga yang pakai nama Tahu Bungseng khas Sumedang. Sempat saya berpikir si Bungseng ini yang asli Sumedang, tapi setelah … Read moreTahu Bungkeng, Seabad Lebih Menjadi Legenda Perintis Tahu Sumedang

Merasakan Kembali Kehidupan Bupati Terkaya di Bumi Kaler Sumedang

Tuntas mengelilingi alun-alun, yuk kita nyeberang ke selatannya! Ada apa di sana? Sesuai dengan konsep catur gatra tunggal di Alun-alun Sumedang yang saya ceritakan kemarin, maka di bagian selatannya kita akan menemukan bangunan pemerintahan. Andai dulu Sumedang Larang tidak diakuisisi Mataram Islam, bisa jadi kita akan berkunjung ke keraton. Tapi karena pasca bergabung pada Mataram, … Read moreMerasakan Kembali Kehidupan Bupati Terkaya di Bumi Kaler Sumedang

Alun-alun Sumedang, Suasana Jawa di Tatar Sunda

Jalur masuk ke Sumedang dari arah Jakarta atau Bandung, sekarang ada dua, tol dan non tol. Keduanya akan bertemu di titik yang sama, simpang Tugu Mahkota Binokasih. Dari sini tinggal meluncur ke arah timur, kita akan langsung bertemu dengan pusat kota, Alun-alun Sumedang. Agak kaget juga saya, terakhir lewat, sekitar empat tahun lalu, suasananya belum … Read moreAlun-alun Sumedang, Suasana Jawa di Tatar Sunda