Pecel, Kisah Menu Sederhana Ribuan Tahun Melintas Zaman

“Puniko ron ingkang dipun pecel,” yang berarti “Ini adalah dedaunan yang direbus dan diperas airnya”, Itu adalah sepenggal kisah tentang Ki Ageng Pemanahan saat pertama kali mengenal pecel sewaktu dijamu oleh Ki Ageng Karanglo dari Taji (sekitar Klaten) dengan nasi, pecel, dan ayam saat akan membuka lahan di Mentaok, cikal bakal Mataram. Tapi ternyata, usia … Read morePecel, Kisah Menu Sederhana Ribuan Tahun Melintas Zaman

Tugu Kunstkring Paleis, Dari Seni Kembali ke Seni

Sebagai orang yang aktivitasnya di seputar Gambir sampai Cikini, maka Gondangdia juga jadi wilayah jajahan saya. Yang follow Instagram bisa jadi hafal, sholat di Cut Meutia, makan di situ juga, nongkrong di situ lagi 😁. Kali ini kita mainnya geser sedikit, ke sudut yang masih di seputar Stasiun Gondangdia, tapi versi elitnya. Ada sebuah gedung … Read moreTugu Kunstkring Paleis, Dari Seni Kembali ke Seni

Nasi Bebek Bu Chotijeh Pasar Baru

Bukan kebiasaan saya datang ke tempat yang (katanya) sempat ramai di medsos. Bukan apa-apa, energi saya sering ngga cukup untuk segala macam hal yang harus rebutan alias war. Tapi atas ajakan teman, oke lah, sesekali saya perlu coba. Kali ini merapat ke Nasi Bebek Ibu Chotijeh yang ada di Pasar Baru. Tepat berseberangan jalan dengan … Read moreNasi Bebek Bu Chotijeh Pasar Baru