Linggarjati, Jejak Perjuangan Jalur Diplomasi Indonesia

Sampai juga akhirnya ke tempat yang selama ini hanya saya baca di buku sejarah atau himpunan pengetahuan umum. Linggarjati, meski begitu akrab dengan namanya, ingatan saya hanya sebatas pernah ada perundingan di sini, selebihnya samar. Jadi mari kita masuk saja untuk mendapat informasinya. Di ruangan pertama, pengunjung akan menjumpai diorama suasana perundingan yang terjadi 78 … Read moreLinggarjati, Jejak Perjuangan Jalur Diplomasi Indonesia

Kalijati, Lapangan Terbang dan Sekolah Penerbang Pertama di Indonesia

Kalau tidak berkunjung ke Kalijati, ingatan saya tentang lapangan terbang pertama di Indonesia adalah Cililitan, yang sekarang kita kenal sebagai Lanud Halim Perdanakusuma. Dan sekolah penerbang pertama adalah Maguwoharjo, Yogyakarta. Kedua ingatan itu ternyata keliru, saya perlu reconnect lagi dengan lapangan terbang pertama di Indonesia, Kalidjati Vliegveld alias Lapangan Terbang Kalidjati, Eksis sepuluh tahun sebelum … Read moreKalijati, Lapangan Terbang dan Sekolah Penerbang Pertama di Indonesia

Masih Ingat Ada Peristiwa Apa di Rumah Sejarah Kalijati?

Menjawab pertanyaan di atas, jawaban saya ternyata TIDAK. Semua berawal saat saya melihat sebuah foto di tempat saya bekerja, yang ternyata adalah foto suasana perundingan Kalijati. Saya berusaha keras mengingat pelajaran sejarah tanpa membuka google, tapi rupanya ingatan pada Linggarjati lebih mendominasi. Saya ke sana aja lah! Kalau kita bisa mundur ke 8 Maret 1942, … Read moreMasih Ingat Ada Peristiwa Apa di Rumah Sejarah Kalijati?

Cerita dari Kramat Kwitang

Dua tahun lalu, saya sudah pernah mengunjungi sebagian dari Kwitang, tepatnya Masjid Al Riyadh, a.k.a Masjid Kwitang, markasnya Majelis Ta’lim Ali Al-Habsyi Kwitang. Kali ini, masih di sekitar Jalan Habib Ali Kwitang dan Jalan Usman Harun (d/h Jalan Kramat Kwitang), saya dan seorang kawan kreator konten, Bang Sigit, ikutan Pak Candrian Attahiyat, suhunya cerita masa … Read moreCerita dari Kramat Kwitang

Jelang Seabad, Kisah Kopi dan Pembauran Antar Etnis di Bogor

Melanjutkan cerita perburuan kopi di Bogor kemarin, beres belanja di Kopi Cap Teko, masih tengah hari rupanya. Sekalian saja saya lanjut ke toko kopi jadul berikutnya yang jaraknya tak terlalu jauh. Saya mau geser ke kawasan Empang. Cek di peta, cuma 650 meter dari Gang Pedati, saya jalan kaki saja lah. Kawasan Empang bersebelahan dengan … Read moreJelang Seabad, Kisah Kopi dan Pembauran Antar Etnis di Bogor