Percaya nggak, ada tempat-tempat yang kita datangi bukan karena rekomendasi viral, atau ulasan berbintang, melainkan karena satu rasa yang sulit dijelaskan. Seperti ada benang halus yang menarik pelan dari layar ponsel.
Ini yang terjadi pada kunjungan saya ke kafe Di Sebelah Rumah yang lewat sekilas di linimasa Instagram. Tidak ada ulasan atau jargon yang bombastis, tapi entah kenapa, ada sesuatu yang terasa berbeda. Suasana yang tertangkap kamera nampak sangat akrab, dan setelah dikunjungi, memang semenenangkan itu tempatnya.
Pengaruh namanya mungkin, yang membuat kita seperti terundang main ke tetangga sebelah rumah. Padahal, for your information, menuju lokasi, yang menurut peta jaraknya sekitar 37 kilometer dari rumah, saya perlu lima kali ganti moda transportasi π.
Kafe ini baru beroperasi sekitar tujuh bulan. Dirintis oleh tiga orang yang nampaknya jenuh bekerja sebagai karyawan, lalu memilih keluar dari ritme yang stabil untuk membangun sesuatu yang lebih sejiwa dengan diri mereka. Saya menangkap sebuah keberanian dari obrolan dengan dua founder-nya kemarin.
Bangunan yang digunakan adalah rumah milik keluarga. Bukan ruko dengan kaca besar dan papan nama menyala. Ia benar-benar terasa seperti rumah yang dihidupkan ulang. Ruang yang sebelumnya menyimpan cerita domestik, kini menampung percakapan para tamu yang datang dan pergi.

Lokasinya tersembunyi di balik rumah di dalam gang berpotensi menimbulkan keraguan dari pengunjung yang baru pertama kali berkunjung. Dan ini lah tantangan terbesar mereka, memupuk kepercayaan diri dan keyakinan bahwa orang akan mau mencari alamat yang bukan di jalan utama.
Namun jangan terburu skeptis oleh tampilan luarnya. Kafe ini punya ruang dalam dan luar. Ruang dalamnya memang tidak besar, tetapi terasa nyaman dan rapi, dengan pendingin udara yang membuat suasana tetap sejuk meski cuaca sedang terik. Suasananya hangat oleh pilihan furniture yang tepat.




Sementara ruang luarnya justru memberi kejutan kecil. Meski berada di gang dan dikelilingi bangunan rumah, area luar tidak terasa pengap. Sirkulasi udaranya cukup baik, sehingga tetap enak untuk duduk lebih lama.



Ternyata, kepercayaan diri bisa dibangun perlahan dari pelayanan ramah yang konsisten. Sungguh, saya dan kawan-kawan yang datang berkunjung kemarin merasakan, salah satu kekuatan mereka memang dari sisi hospitality-nya. Dari pesan singkat di Instagram yang dibalas cepat dan bukan sekadar menjawab, tetapi benar-benar membantu. Dilanjutkan dengan pelayanan dan kehangatan yang terasa genuine, tidak dibuat-buat.
Dan ini hal menarik untuk kita ambil pelajarannya, perkembangan mereka terbilang tanpa banyak mengandalkan promosi berbayar dari influencer. Mereka lebih mengandalkan keramahan, kualitas rasa makanan minuman, serta pelayanan. Dan rupanya, cara itu bekerja dengan sangat baik. Cerita dari mulut ke mulut tumbuh secara organik. Orang datang, merasa nyaman, lalu dengan sukarela bercerita pada yang lain.



Soal rasa, ini bagian yang seharusnya paling menjadi penentu karena mereka bergerak di bidang kuliner. Dan kabar baiknya, makanan dan minumannya enak, bahkan bisa dibilang melebihi ekspektasi saya. Ada keseriusan pada setiap sajian, tidak asal jadi, tidak sekadar memenuhi daftar menu.
Saya pesan Nasi Goreng Kluwek yang rasanya mendekati cita rasa rawon, masakan berkluwek asli Jawa Timur, Signature Coffeenya diberi topping krim yang rasanya creamy tapi tidak meninggalkan rasa neq, Jamur Enoki Crispynya juara. Semoga kualitas ini terus dipertahankan, karena rasa yang baik adalah janji yang harus dijaga.
Harganya pun masih masuk akal. Tidak membuat kita merasa sedang membayar suasana semata. Di tengah banyaknya tempat yang sekadar menjual estetika, menemukan kombinasi rasa yang enak, harga wajar, suasana yang menyenangkan dan pelayanan hangat terasa seperti menemukan ruang yang ingin kita kunjungi berulang kali.
Jika ingin berkunjung, saya sarankan menggunakan kendaraan roda dua atau transportasi umum. Gangnya agak pas-pasan untuk mobil. Tapi mungkin justru itu bagian paling seru dari cerita ini. Kita memang harus sedikit usaha untuk menemukan hidden gem seperti ini.
πDi Sebelah Rumah
Gg. Sanan No.22, Pondok Kacang
Tangerang Selatan
π±0858-0333-3349