Jejak Kolonial di Pandeglang

Kota-kota di Jawa rata-rata punya alun-alun, yang biasanya di sekelilingnya akan dijumpai bangunan-bangunan pendukung kegiatan pemerintahan.

Tapi jangan salah, tidak semua kota punya alun-alun sesuai tata kota Jawa yang kita kenal sebagai Catur Gatra Tunggal, alias kesatuan empat elemen identitas kota yaitu alun-alun, keraton di sisi selatan, masjid di sisi barat, dan pasar di utara.

Salah satunya Pandeglang ini, sebagai kota bentukan kolonial, Pandeglang menyerap elemen alun-alun, tapi tidak dengan pakem lainnya, ini yang membuat Pandeglang disebut sebagai salah satu kota warisan kolonial dengan rasa lokal.

Sampai hari ini banyak jejak bangunan kolonial masih bisa kita saksikan di sana. Di antaranya ini:

Gedung Kodim 0601 Pandeglang

Gedung ini dulu digunakan sebagai kediaman Asisten Residen Banten untuk distrik Pandeglang. FYI, residen di masa lalu, mirip dengan gubernur yang membawahi beberapa bupati/walikota, dalam lingkup yang tak terlalu luas. Itu lah kenapa bangunan ini lebih megah dibanding pendopo kabupaten.

Menara air bersih masa kolonial

Hampir tiap kota kolonial pasti punya menara air begini deh. Tujuannya jelas, untuk menyuplai kebutuhan air bersih bagi warganya. Di Jakarta ada ngga? Ada dong, meski bentuknya berbeda. Coba siapa yg pernah lihat di kota lain?

Rutan Pandeglang

Rumah Tahanan ini usianya sudah cukup tua, sejak awal berdiri memang digunakan sebagai rutan. Sayangnya, bentuknya sudah berubah akibat renovasi tanpa mempertahankan bentuk bangunan aslinya.

Di sisi utara alun-alun, terdapat Pendopo Kabupaten, dan masih banyak lagi sebenarnya yang kemarin ngga sempat dipotret.

Pandeglang usia resminya baru 148 tahun, tapi dengan komoditi andalannya jadi lumayan penting sejak masa VOC, kalau ngga penting ngga mungkin mereka susah payah nyangsang dan bangun ini itu di sana
ya 😁.

Sekarang?
Di masa depan?
Jawabannya ada di generasi muda Pandeglang.

Leave a Comment