Bendung Salamdarma Indramayu, Jejak Pengairan dari Masa Kolonial

Terakhir saya tuliskan dalam perjalanan menuju agrowisata hutan mangga, saya menyusuri anak sungai Cipunegara yang sejajar dengan jalan, yang ternyata berujung di bendung peninggalan kolonial, Bendung Salamdarma. Lokasi hutan mangga dan bendung sangat dekat, mengemudi  sekitar 500 meter, tak lama, saya sudah sampai di mulut jembatan yang membentang di atas bendung. Bendungnya tak terlalu besar, … Read moreBendung Salamdarma Indramayu, Jejak Pengairan dari Masa Kolonial

Eks Gedung Landraad, Saksi Sejarah Peradilan di Indramayu

Ke Indramayu untuk urusan kerja di Pendopo Kabupaten Indramayu, eh dapet bonus lihat Eks Gedung Landraad yang baru aja selesai direnovasi. Gedung ini dibangun pada tahun 1912 dan dulu difungsikan sebagai tempat pengadilan bagi warga pribumi pelanggar hukum dan tidak membayar pajak. Saya agak takjub melihat ukuran bangunan yang lumayan besar, ada ruang sidang, kantor-kantor … Read moreEks Gedung Landraad, Saksi Sejarah Peradilan di Indramayu

Jejak Kantor Angin Jakarta, Pernah Dengar?

Berada di sini, niscaya tak akan merasa kalau sedang di tengah kota Jakarta. Padahal beberapa puluh meter dari lokasi ini adalah Tugu Tani, lokasi yang jarang sekali sepi, di akhir pekan sekalipun. Saya berada di bekas lahan Batavia Magnetisch en Meterologisch Obsevatorium. Kalau sekarang kita lebih mengenalnya dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kata … Read moreJejak Kantor Angin Jakarta, Pernah Dengar?

Kembali ke Masa Lalu Melalui Lorong-lorong Laweyan (2)

Sudah baca cerita blusukan saya di lorong Laweyan part 1? Ini dia lanjutannya.. Kisah tentang tingkat kesejahteraan para saudagar batik di masa keemasan Laweyan sudah saya ceritakan sebagian di artikel sebelumnya. Saya kenalkan satu tempat lagi yang akan memberikan gambaran sampai seberapa sejahtera sih mereka dulu? Ini dia, rumah gedong yang pada masanya disebut loji, … Read moreKembali ke Masa Lalu Melalui Lorong-lorong Laweyan (2)

Kembali ke Masa Lalu Melalui Lorong-lorong Laweyan (1)

Ketika memasukkan Laweyan dalam daftar wajib kunjung saya di Solo, saya membayangkan akan menemui sebuah kawasan batik semacam Trusmi di Cirebon, ramai dengan wisatawan berbelanja  batik di toko-toko yang berderet sepanjang jalan. Namun ketika saya memasuki Jalan Sidoluhur, jalan utama di Kampung Batik Laweyan, yang saya jumpai sungguh di luar bayangan. Jalan yang tak terlalu … Read moreKembali ke Masa Lalu Melalui Lorong-lorong Laweyan (1)