Cerita dari Kramat Kwitang

Dua tahun lalu, saya sudah pernah mengunjungi sebagian dari Kwitang, tepatnya Masjid Al Riyadh, a.k.a Masjid Kwitang, markasnya Majelis Ta’lim Ali Al-Habsyi Kwitang. Kali ini, masih di sekitar Jalan Habib Ali Kwitang dan Jalan Usman Harun (d/h Jalan Kramat Kwitang), saya dan seorang kawan kreator konten, Bang Sigit, ikutan Pak Candrian Attahiyat, suhunya cerita masa … Read moreCerita dari Kramat Kwitang

Jelang Seabad, Kisah Kopi dan Pembauran Antar Etnis di Bogor

Melanjutkan cerita perburuan kopi di Bogor kemarin, beres belanja di Kopi Cap Teko, masih tengah hari rupanya. Sekalian saja saya lanjut ke toko kopi jadul berikutnya yang jaraknya tak terlalu jauh. Saya mau geser ke kawasan Empang. Cek di peta, cuma 650 meter dari Gang Pedati, saya jalan kaki saja lah. Kawasan Empang bersebelahan dengan … Read moreJelang Seabad, Kisah Kopi dan Pembauran Antar Etnis di Bogor

Kopi Cap Teko, Wangi Kopi yang Bertahan Semerbak di Bogor sejak 1960

Stok kopi habis, biasanya saya dan pak bojo langsung meluncur ke Gondangdia, tapi kali ini mau mlipir ke toko kopi jadul yang agak jauhan. Saya ajak kamu ke (Pasar) Jalan Pedati, di Bogor. Sebenarnya ini bukan pasar, melainkan jalan atau gang, di mana pedagang buah dan sayur menggelar lapak  di sepanjang trotoar, semacam pasar tumpah  … Read moreKopi Cap Teko, Wangi Kopi yang Bertahan Semerbak di Bogor sejak 1960

Wisma Karya, Tempat Sosialita Subang (dulu) Berkumpul

Melanjutkan cerita dari Subang yang sudah tayang sebelumnya, kali ini saya akan cerita salah satu jejak peninggalan masa keemasan di mana Subang masih dikenal sebagai Pamanoekan en Tjiasemlanden korporasi perkebunan bawah pimpinan Meneer Peter William Hofland, De Societeit Soebang. Belum hilang rasa takjub dari bekas gedung kantor pusat P&T Land kemarin, rasa itu muncul lagi … Read moreWisma Karya, Tempat Sosialita Subang (dulu) Berkumpul

Nice To Meet You, Meneer Hofland van Subang

Saya mulai cerita tentang kunjungan saya ke Subang dari sebuah patung yang awalnya sempat hilang dicuri, dan setelah kembali kemudian disimpan di Wisma Karya. Kalau Pangalengan punya Bosscha, maka Subang punya Peter William Hofland, seorang protagonis berkewarganegaraan Belanda yang punya andil besar meletakkan dasar pertumbuhan Kabupaten Subang, melalui sebuah perusahaan yang mengelola tanah partikelir terbesar … Read moreNice To Meet You, Meneer Hofland van Subang