Yang sudah lamaaaa follow atau kenal saya di media sosial, mungkin sudah tahu hobi saya hunting teh bubuk dan kecap merk lokal kalau pergi berkunjung ke suatu daerah. Beberapa tahun terakhir hobinya nambah, cari² kopi giling merk lokal.
Berawal dari obrolan dengan tante yang dulu tinggal di Kramat Jati. Beliau cerita, dulu kalau belanja kopi di toko kopi giling merk Kereta. Cari tahu lah saya, dan muncul dua nama Kopi Cap Kereta. Satu di Kramat Jati, satu lagi di Pasar Ciracas.

Haha, siapa sangka kali ini huntingnya di habitat saya sendiri. Dua belas tahun tinggal di Cibubur, sekarang geser ke Cilangkap coret, saya ngga pernah tahu lho. Ada warga Ciracas ngga?
Toko Kopi Kereta Ciracas ini sudah berjualan sejak tahun 50an kata mbak penjaganya, sekarang sudah dikelola generasi ketiga. Sayangnya, saat saya nanya ada hubungannya ngga sama merk Kereta yang di Kramat Jati, jawabnya setengah ngga pasti.




Kopi yang dijual di sini beragam, cukup lengkap. Namun yang sudah dikemas mulai dari 100 gram hanya robusta, selebihnya by request. Perlu diketahui, rata-rata peminum kopi sejak jaman pra kopi kekinian pasti minumnya robusta. Dan menyesuaikan jaman, dibuat pula kopi kemasan sachet siap seduh lengkap dengan gula.
Harga kopi robusta mulai dari 70rb/kg, sementara arabika mulai dari 120rb/kg. Jangan kuatir, beli 1 ons pun boleh kok. Digiling langsung di tempat, sampai harumnya menyeruak, sejenak menggantikan aroma khas pasar.Seru juga blusukan gini. Denger cerita-cerita, termasuk kasak kusuk pedagang soal Pak Menteri yang kemarin sempat sidak ke pasar ngga sampai dua menit 🙊🤭.
Next time saya blusukan ke pasar lagi lah!…