Melanjutkan cerita kemarin. Setelah berkunjung ke masjid tua di komplek museum, sekalian saja masuk museumnya mumpung sudah di lokasi kan?
Berkunjung ke museum di jam operasional normal sudah biasa. Bagaimana kalau malam hari? Lebih-lebih lagi, yang dikunjungi adalah the legendary Museum Satria Mandala.
Yaapppp… Satria Mandala yang menyimpan cerita ironis tentang presiden pertama kita. Satria Mandala yang masuk ke dalam daftar tempat horor di Jakarta. Satria Mandala yang membuat saya yang cukup pemberani ini harus nunggu pak suami selesai shalat, ngga berani masuk sendirian. Hahaha…


Coba lihat saja pintu kayu besar berukir indah ini. Di saat terang ia sudah cukup membuat saya merinding, di malam hari, saya benar-benar nyaris tak punya nyali membukanya. Dan begitu berada di dalam, saya berjalan dan berjalan, nyaris tak berhenti, terus jalan saja seperti ada yang mengejar.
Mungkin yang mengejar adalah pikiran saya sendiri. Ingatan-ingatan atas segala hal yang pernah terjadi di rumah besar ini yang sebenarnya juga hanya saya ketahui dari apa yang saya baca. Ingatan tentang betapa ironisnya sebuah rumah megah yang dibangun oleh Soekarno untuk beristirahat bersama kekasih hati justru menjadi penjara di hari-hari terakhir hidup, sementara sang kekasih hati tak bisa datang menemuinya.
Ingatan tentang ruangan sempit yang mengisolasi diri putra sang fajar dari dunia luar, yang akhirnya juga mengisolasi pikirannya hingga membuatnya semakin menderita bersama penyakitnya. Ingatan tentang bagaimana rumah ini dirombak sedemikian rupa dan tak meninggalkan sedikit pun tentang kehidupan pribadi penghuni terakhirnya.
Dan yang paling ngeri adalah, hampir semua petugas museum yang saya tanya tentang cerita masa lalu bangunan ini, tentang bangunan mana yang masih asli / belum dirombak, di mana kamar tidur Soekarno dulu, di mana tempat beliau disemayamkan saat wafat, seperti apa kira-kira kolam renang indoor sebelum diubah menjadi ruang pamer senjata, semua menjawab sama, TIDAK TAHU. Sebegitunya cerita masa lalu rumah ini (di)hilang(kan)?
Dua tahun terakhir ini pengelola Museum Satria Mandala membuat perubahan-perubahan, yang sepertinya ditujukan untuk menarik lebih banyak pengunjung. Sekarang ada restoran makanan Jepang yang cukup punya nama di samping gedung museum, kedai kopi kekinian di halaman depan, restoran dan taman cantik bernama Taman Soekarno di halaman belakang. Banyak yang diubah.



Well, buat saya, perubahan-perubahan ini cukup membantu menghilangkan kesan suram dan sedih. Bagian favorit saya adalah halaman depan yang pemandangan 360 derajatnya akan bikin kamu betah berlama-lama berada di sana, terutama di sore hari menjelang senja.
Serius ini buka sampai malam?
Bener, museum buka sampai jam 21.00, setiap hari kecuali Senin dan harlibnas. Tiket masuk Rp 5000/orang. Silakan berkunjung, share ke saya ya, gimana kesanmu berkunjung di malam hari.