Menjaga Hak, Menjaga Batas: Refleksi Hak Asasi di Dalam Koridor Islam

Peringatan Hari HAM Sedunia menjadi ruang refleksi tentang bagaimana kebebasan dan ajaran agama saling bertemu. Artikel ini membahas pandangan Islam mengenai hak asasi manusia, termasuk isu pernikahan beda agama yang kembali mencuat lewat gugatan MK. Dengan pendekatan formal-reflektif, tulisan ini menegaskan bahwa perjuangan HAM tetap perlu berpijak pada koridor syariat agar nilai kemanusiaan tidak kehilangan arah spiritualnya

Kampung Bendungan Udik: Cerita dari Sebuah Nama yang Hampir Hilang

Banyak orang Jakarta tak menyadari bahwa di balik Gatot Subroto yang ramai, pernah hidup sebuah kampung bernama Bendungan Udik. Kini, jejaknya terserak di antara gang sempit. Nyaris kehilangan namanya, tenggelam di antara gedung-gedung tinggi dan ingatan kota yang terlalu cepat berjalan.

Penjaga Garis Waktu di Gatot Subroto: Kisah Panjang Hotel Kartika Chandra

Hotel Kartika Chandra bukan hanya sebuah bangunan di tengah hiruk pikuk Jakarta; ia adalah saksi hidup perjalanan Gatot Subroto dan wajah ibu kota yang terus berubah. Dari gemerlap era 1970-an hingga masa kini, hotel ini menyimpan jejak pertemuan, cerita keluarga, dan memori kota yang perlahan memudar namun tetap menghangatkan.

Makam Sultan Alaiddin Muhammad Daudsyah: Jejak Sunyi Sultan Terakhir Aceh yang Terlupakan

Masih dari rangkaian jelajah Rawamangun dengan berjalan kaki. Selepas kunjungan ke Pura Aditya Jaya, langkah kaki membawa saya ke sebuah lokasi yang kondisinya jauh dari yang saya bayangkan sebelumnya: Makam Sultan Alaiddin Muhammad Daud Syah, sultan terakhir Aceh Darussalam, yang beristirahat jauh dari tanah kelahirannya di sebuah pemakaman umum, tepatnya di TPU Utan Kayu (Kemiri) … Read moreMakam Sultan Alaiddin Muhammad Daudsyah: Jejak Sunyi Sultan Terakhir Aceh yang Terlupakan

Pura Aditya Jaya: Sekeping Kedamaian Pulau Dewata di Rawamangun

Walking tour bersama Ngopi Jakarta membawa saya ke Pura Aditya Jaya Rawamangun, sebuah ruang hening yang menyambut siapa saja. Di antara budaya, doa, dan keramahan, saya menemukan makna toleransi yang tumbuh di tengah bisingnya Jakarta.