Jejak Kantor Angin Jakarta, Pernah Dengar?

Berada di sini, niscaya tak akan merasa kalau sedang di tengah kota Jakarta. Padahal beberapa puluh meter dari lokasi ini adalah Tugu Tani, lokasi yang jarang sekali sepi, di akhir pekan sekalipun. Saya berada di bekas lahan Batavia Magnetisch en Meterologisch Obsevatorium. Kalau sekarang kita lebih mengenalnya dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kata … Read moreJejak Kantor Angin Jakarta, Pernah Dengar?

Kembali ke Masa Lalu Melalui Lorong-lorong Laweyan (2)

Sudah baca cerita blusukan saya di lorong Laweyan part 1? Ini dia lanjutannya.. Kisah tentang tingkat kesejahteraan para saudagar batik di masa keemasan Laweyan sudah saya ceritakan sebagian di artikel sebelumnya. Saya kenalkan satu tempat lagi yang akan memberikan gambaran sampai seberapa sejahtera sih mereka dulu? Ini dia, rumah gedong yang pada masanya disebut loji, … Read moreKembali ke Masa Lalu Melalui Lorong-lorong Laweyan (2)

Kembali ke Masa Lalu Melalui Lorong-lorong Laweyan (1)

Ketika memasukkan Laweyan dalam daftar wajib kunjung saya di Solo, saya membayangkan akan menemui sebuah kawasan batik semacam Trusmi di Cirebon, ramai dengan wisatawan berbelanja  batik di toko-toko yang berderet sepanjang jalan. Namun ketika saya memasuki Jalan Sidoluhur, jalan utama di Kampung Batik Laweyan, yang saya jumpai sungguh di luar bayangan. Jalan yang tak terlalu … Read moreKembali ke Masa Lalu Melalui Lorong-lorong Laweyan (1)

Masjid Agung Kraton Surakarta

Belum jam delapan pagi, saya sudah ada di spot pertama yang saya kunjungi di Solo, Masjid Agung Kraton Surakarta. Sengaja pagi-pagi sebelum memulai kegiatan kerja hari itu, mengingat saat itu hari Jumat. Kalau berkunjungnya di jam istirahat saya kuatir ngga bisa leluasa motret karena ramai dengan jamaah sholat Jumat. Ternyata oh ternyata, untuk mendapatkan foto … Read moreMasjid Agung Kraton Surakarta

Museum Batik Pekalongan – dari Gula, Pemerintahan, Berakhir di Batik

Puluhan kali melintasi Pekalongan dalam perjalanan ke timur, baru kali ini saya berkesempatan belok kiri untuk masuk kota. Dan begitu lihat gedung cantik yang jaraknya cuma dua kilometer aja dari jalur pantura, nyeseeeelll bukan main kenapa ngga dari dulu sempetin mampir. Hari sudah menjelang sore, halaman depan nampak  terisi beberapa motor, pagarnya tertutup sebagian. Saya … Read moreMuseum Batik Pekalongan – dari Gula, Pemerintahan, Berakhir di Batik