Agak telat posting ini ceritanya…
Berkunjungnya kemarin di bulan Ramadhan, saya lupa tanggal berapa, yang jelas hari Sabtu. Jarang-jarang saya kluyuran wiken kan, ini pas ada urusan dan tiba² ada waktu kosong, langsung cussss meluncur ke lokasi. Ke mana?
Namanya Cafe Kali, lokasinya di dalam perumahan di Cinere gengs dan ini dia yang bikin tempat ini jadi pantas untuk disebut hidden gem-nya Cinere. Meski ngumpet, gampang kok nyarinya, ikutin aja petunjuk navigasi gmaps, pasti ketemu.
Cafe ini aslinya adalah rumah tinggal, yang asli gede banget, pemiliknya masih bertempat tinggal di sana juga. Depan dan kanan kirinya masih rumah tetangga, bikin saya kaya lagi mau berkunjung ke rumah teman.
Begitu masuk, kita akan langsung berada di bangunan joglo semacam pendopo, sekaligus semi indoor areanya.

Dari pendopo ini, kalau kita memandang ke bawah, akan nampak area taman di sisi belakang yang cukup berbeda jauh tingginya. Karena, semakin ke belakang, akan semakin menurun menuju ke tepi Kali Pesanggrahan, asal muasal kenapa cafe ini dinamai Cafe Kali.


Fun fact nih, seberang kali ini sudah beda provinsi gengs. Cafe Kali masuk wilayah Cinere, Depok, Jawa Barat yang secara geografis juga berbatasan dengan Pondok Labu, Jaksel. Seberang kali, sudah wilayah Pamulang, Tangsel, Banten. Jadi ini benar-benar di perbatasan tiga kota.

Cafe ini karena sebagian besar wilayahnya adalah ruang terbuka, suasananya jadi asri dan adem banget. Di bagian atas juga ada sebuah pendopo lagi sebetulnya, tapi kemarin saya ngga lihat ada pengunjung yang memilih untuk duduk di sana.

Saya tiba jam 17.00, menuju senja dan jam buka puasa. Sebagian besar pengunjung hari itu sudah reservasi tempat berikut makanannya, maka saya termasuk beruntung, tanpa reservasi masih dapat tempat duduk di pendopo, langsung pesan makan.
Setengah jam berlalu, pengelola menyediakan teh hangat dalam termos untuk persiapan membatalkan puasa. Makanan dan minuman belum datang, saya pikir oh mungkin nanti akan muncul menjelang waktu berbuka, saya ambil dua gelas teh dulu.
Ternyata oh ternyata, sampai bedug maghrib, minuman sampai harus kami minta beberapa kali dulu baru akhirnya keluar. Itu pun keliru, saya pesan iced lemon tea, yang keluar lychee tea. Ya Allah, saya yang biasanya ngga doyan leci hari itu langsung doyan lho, mau gimana dong, minta tukar bukan pilihan tepat rasanya untuk saat itu.
Yasudahlah, saya dan pak suami gantian maghriban. Ada musholla di sini gengs, cuma tempatnya terbatas, jadi harus sabar gantian. Daaaann, sampai kami berdua beres shalat, makanannya juga belum nongol. Mulai bertanya-tanya, nengok kanan kiri yang udah duluan datang plus sudah reservasi makanan, juga belum terlayani, sampai ada sepasang tamu yang menyerah pulang sambil drama marah-marah.
Singkat cerita, makanan kami akhirnya diantar ke meja passss saat adzan Isya. Untungnya kami sudah terbiasa makan berat juga setelah Isya, cuma bingung ini minuman udah habis duluan, mau pesan lagi kuatir nongolnya Subuh 😁.
Saya pesan Chicken Teppanyaki, pak bojo pesan Sambal Bakar Tongkol, ini penampakannya..


Rasanya? Teppanyakinya not bad, tapi juga tidak terlalu istimewa. Pesanan pak bojo lebih masuk selera, sambalnya ngga pedes heboh, bisa dinikmati banget. Harganya? Menurut saya sih terjangkau, kamu bisa cek di IGnya ya.
Yang menarik, ‘keseruan’ kami hari itu ditutup dengan baik oleh manager in charge-nya. Beliau menyempatkan diri mendatangi tamu satu per satu, meminta maaf, kasih compliment (kami dapat sekotak risol) dan menjelaskan lamanya pelayanan hari itu karena ada beberapa orang karyawan yang last minute, tidak hadir dan tidak sempat dicarikan penggantinya.

Aaahh saya bisa mengerti.. saya cerita di sini juga bukan untuk mencela atau menjatuhkan. Justru mau berbagi, namanya usaha, pasti akan menemukan tantangan atau ujiannya. Kebetulan, saya ditakdirkan hari itu untuk menyaksikannya. Apakah lain kali saya mau berkunjung lagi? Mau dong, kalau sedang ada di wilayah Cinere dan sekitarnya, insya Allah mau mampir lagi cobain makanan yang lain.
Niatnya sih pingin ke sana lagi agak siangan dan ngga di akhir pekan. Biar ngerasain suasana yang berbeda dan agak lama duduk manis ngadem kerja sambil ngopi. Ada yang mau barengan?