Ketika melihat informasi kompetisi blog ini, seketika otak saya langsung meluncur ke bagian yang bertugas menyimpan bucket list destinasi wisata yang saya impikan. Oh iya, untuk urusan jalan-jalan saya punya bagian otak khusus yang memproses hahahha. Dan secepat kilat, yang muncul adalah impian saya untuk roadtrip bersama teman hidup, alias pak suami dan anak lanang ke Sumatra, impian besarnya sih tentu saja sebulan keliling Sumatra. Tapi kalau pun tidak memungkinkan, Sumatra Barat cukup dulu lah untuk tujuan akhir.
Impian roadtrip Sumatra ini kalau secara umum karena saya memang hobi roadtrip. Kalau Jawa aja sih segala macam jalur sudah kami coba, bukan cuma jalur-jalur utama seperti jalur pantura atau tol trans jawa. Terakhir kami roadtrip, Jakarta Bandung Jogja via jalur pansela (pantai selatan Jawa) aduh ini seru banget.
Buat saya yang berprinsip traveling adalah menikmati setiap prosesnya, ngga mau buru-buru sampai tujuan tapi juga menikmati perjalanannya, roadtrip malah jadi sarana healing. Keluar dari rutinitas harian, lihat pemandangan baru, lihat perkembangan kota-kota yang kami lewati, mampir kulineran, kadang berhenti aja gitu nongkrong di sudut kota sambil istirahat, ngobrol sama orang-orang yang kami jumpai sepanjang perjalanan, rasanya membuat saya lebih kaya, kaya pengalaman.
Nah kenapa Sumatra? Selain karena paling jauh roadtripnya baru sampai Bali, saya juga punya alasan personal. Perjalanan ini saya impikan sebagai perjalanan persembahan untuk dua ayah, ayah kandung saya dan ayah mertua, yang keduanya sudah almarhum.
Ayah kandung saya yang juga hobi roadtrip, pernah punya mimpi mau roadtrip ke Sumatra, namun hingga beliau wafat tujuh tahun lalu, impiannya belum terkabul. Jadi kalau saya baca berita soal perkembangan pembangunan tol Trans Sumatra sekarang-sekarang ini, saya selalu mellow, mbatin, kalau saja ayah saya masih ada, beliau pasti excited sekali kalau diajak roadtrip ke sana. Sedangkan ayah mertua saya, adalah ayah yang tidak pernah saya kenal, saya menikah dengan pak suami setelah beliau wafat dan beliau asli Sumatra Barat. Yahhh, perjalanan ini semacam menuntaskan impian ayah kandung dan berkenalan dengan ayah mertua meski hanya pusaranya.
Dan 1292 kilometer dikali dua yang akan kami tempuh dalam bayangan saya pasti akan semakin memperkaya pengalaman hidup. Belum bikin trip planning yang fixed sih, rencana berangkatnya mau lewat Lampung, Prabumulih, Lubuklinggau, Jambi, Bengkulu, lalu menyusuri pesisir barat sampai Padang. Pulangnya baru lewat tol Trans Sumatra yang sudah bisa dilewati.
Menempuh perjalanan yang sedemikian panjang, apalagi kami jenis roadtripper yang santai dan menikmati perjalanan, tentunya kami harus persiapkan tempat menginap yang nyaman untuk beristirahat. Maunya sih, untuk jalur berangkat kami akan menginap di:






Sambil istirahat, sekalian nyobain hotel-hotel di setiap kota yang kami singgahi. Eh iya, pertumbuhan hotel-hotel yang makin bagus dan nyaman itu pertanda baik lho menurut saya. Itu bisa diartikan ekonomi di kota tersebut tumbuh, demikian juga dunia wisatanya, biasanya yang butuh penginapan itu pengunjung dari luar kota kan? Dan asiknya lagi, mau kemana aja, dengan aplikasi Traveloka sekarang ngga usah bingung lagi kalau booking hotel murah.
Kalau udah sampai terus mau ke mana? karena tujuan utamanya memang bukan mau ke mana selain menunaikan impian ayah dan ziarah ke makam ayah mertua, saya rasa sih tujuan saya sudah tercapai sejak memulai perjalanan. Spot-spot wisata yang nantinya akan kami temui dalam perjalanan akan jadi bonus luar biasa.
Baru nulis impian perjalanan aja saya udah bahagia lho, apalagi setelah sedemikian lama kita ngga banyak kemana-mana gara-gara pandemi kan? Semoga segera terwujud, supaya nanti liputannya segera bisa saya tuliskan dan bagikan lagi di blog. Doakan ya!
Dan untuk kamu yang juga sudah lamaaaaa ngga kemana-mana, kondisi kita kan sudah mulai membail nih, dengan tetap menjaga kesehatan, yuk #LihatDuniaLagi dan bikin #StaycationJadi dengan Traveloka.
Langsung meluncur ke Traveloka lewat link ini ya… https://trv.lk/kompetisi-lihatdunialagi-bloggerperempuan