Ada satu tempat yang selalu saya cari kalau rute road trip melalui daerah pesisir, yaitu muara sungai dengan deretan perahu nelayan yang sedang bersandar. Yang buat orang lain biasa saja, tapi saya bisa tuh, langsung berhenti cari parkir lalu motret atau sekedar berhenti memandang lepas, menikmati suasana.

Maka sebuah tempat bernama Muara Pandan Kepolo, menjadi titik pemberhentian pertama saya dalam kunjungan ke Indramayu, bulan Agustus lalu. Kepolo bukan sentra perikanan terbesar di Indramayu, tapi pemandangan ini cukup untuk mengisi tangki energi psikis sebelum meluncur kembali ke Jakarta.
By the way, sebagai pemasok 63.3% ikan laut, Indramayu menjadi pemegang takhta tertinggi produksi perikanan tangkap di Jawa Barat, di mana TPI Eretan Kandanghaur menjadi sentra terbesarnya. Fakta di atas sungguh bikin saya langsung membayangkan tempat pelelangan ikannya pasti seru nih, sayang saya tidak punya waktu cukup untuk sekalian berkunjung ke sana. Masuk daftar kunjung berikutnya deh..
Jadi ke Kepolo cuma mau numpang motret deretan perahu ini aja? Hehehe, ngga kok, ada sebuah lembaga yang saya kunjungi untuk kenalan dan menjalin jejaring, menariknya setelah ngobrol banyak dan mereka tahu saya suka menulis catatan perjalanan, mereka menyarankan beberapa tempat di Indramayu untuk saya kunjungi sebelum kembali ke Jakarta. Menarik semua sebenarnya, cek lokasi di peta, kalkulasi waktu tempuh, rasanya cuma ada dua yang bisa saya pilih.
Saya cerita di post berikutnya ya!