Cawang (yang Kehilangan) Kompor

Kalau dulu ngga pernah naik kendaraan umum ke mana-mana, mungkin saya ngga pernah tahu, bahwa Cawang terbagi dalam beberapa nama. Sependek yang saya tahu, ada Cawang Atas, Cawang Bawah, Cawang UKI dan ini yang menarik, Cawang Kompor.

Cawang Kompor adalah salah satu bagian Cawang yang berada di ujung utara Jalan Dewi Sartika hingga ke simpang pertemuan dengan Jalan MT. Haryono.

Mudah diduga, sebutan Cawang Kompor adalah karena di area ini dulunya banyak produsen dan penjual kompor, tentu saja kompor minyak tanah. Di awal tahun 2000an, saat pertama kali masuk Jakarta saya masih sempat melihat tumpukan kompor minyak dalam jumlah cukup banyak dipajang di sini. Masa itu, rasanya kalau orang Jakarta mau beli kompor, pasti akan pergi ke sini.

Tahun 2004 saya hijrah ke Jogja, dan sekembalinya ke Jakarta tahun 2010, wajah Cawang Kompor agak berubah. Jumlah penjualan kompor menurun drastis. Seperti yang kita ketahui bersama, tahun 2008 Pemerintahan SBY-JK meluncurkan program konversi kompor minyak tanah ke gas. Tanpa bermaksud mendiskreditkan pemerintahan masa itu, mau tak mau, suka tidak suka, kebijakan ini memang berdampak luar biasa besar pada industri kompor rumahan di Cawang.

Apakah lalu para pengrajin gulung tikar?

Kompor tetap diproduksi, namun kalau dulu yang diproduksi adalah kompor sumbu berbahan minyak tanah, sekarang kompor gas. Pernah lihat kompor seperti ini, yang banyak dipakai oleh pengusaha resto kan?

Sebagian lagi memilih bertahan dengan banting setir ke produk alat rumah tangga lain.

Saat ini, produk yang paling laku adalah dandang dan oven yang harganya variatif sesuai dengan ukuran. Oven paling besar dijual dengan harga sekitar 2,4 juta rupiah. Dengan persaingan ketat di era perdagangan online ini, para pedagang merasa produk mereka tetap punya tempat di pelanggan setianya.

Dalam sehari ada saja pembeli yang datang, produk yang paling laris bisa berbeda-beda tergantung waktunya. Menjelang Ramadhan, oven yang paling banyak terjual, sementara menjelang Idul Adha, panggangan sate yang paling laku terjual.

Bengkel produksi juga berada di Cawang, biasanya di bagian belakang untuk proses yang memerlukan ruang gerak yang luas. Sebaliknya untuk proses yang lebih simpel, bisa dilakukan di ruangan toko.

Selain alat dapur, produk yang mereka buat antara lain ventilator pabrik dan kubah masjid. Yang menarik, produksi oven, tapi mereka jarang produksi loyang. Kalaupun ada yang menjual, biasanya disuplai oleh pengrajin dari daerah lain.

Nah, kalau kamu perlu oven atau produk-produk lain yang saya sebutkan di atas, boleh langsung meluncur ke sini. Buka setiap hari, pagi sampai sore.

📍Cawang Kompor
Jl. Dewi Sartika, Cawang,
Kramat Jati, Jaktim

Leave a Comment