Gambir, Lokasi Pembangkit Listrik Pertama di Indonesia

Sering melintas di seputar Gambir? Pasti pernah lihat gedung ini, yang nampak paling berbeda di antara deretan gedung lain di Jalan Medan Merdeka Timur. Diapit oleh Kedutaan Besar Takhta Suci Vatikan dan Kementerian Perdagangan, gedung klasik ini nampak anggun di antara bangunan modern di kanan kirinya. Perkenalkan, Gedung Kantor Pusat PLN Distribusi Jakarta Raya.

Bangunan cantik ini sudah berusia 126 tahun, dibangun pada tahun 1897, awalnya digunakan sebagai kantor Nederlandsch Indische Gas Maatschappij (NV.NIGM), perusahaan gas yang kemudian mengembangkan usaha ke bidang tenaga listrik, bernama Nederlandche Indische Electriciteit Maatschappij (NIEM). Ada perusahaan listrik, tentu saja butuh pembangkit kan?

Setelah NIEM berdiri, dibangunlah PLTU milik NIEM di tepi Sungai Ciliwung, PLTU ini merupakan pembangkit listrik tenaga uap pertama di Hindia Belanda, untuk memasok kebutuhan listrik di Batavia dan sekitarnya. Kenapa lokasinya di sini? Sepertinya ada kaitan dengan letak pemerintahan kolonial Belanda yang masa itu berpusat di kawasan Weltevreden (Jakarta Pusat sekarang) setelah dipindahkan dari Batavia (Kota Tua sekarang).

PLTU ini sudah tak ada lagi sekarang, bangunan bercorak biru di bagian paling belakang komplek gedung diduga adalah lokasinya. Hanya sebuah monumen kecil dibangun sebagai penanda jejak sejarah. By the way, siapa J. Van der Zande yang namanya tertulis di monumen ini saya belum menemukan informasinya. Pak petugas keamanan yang saya tanya juga tidak paham. Ada baiknya PLN membuat semacam mini museum di sini.

Ada catatan lain yang menyebutkan pembangkit listrik pertama di Nusantara bukan di sini, diduga salah satu yang pertama ada di Solo, namun sifatnya private, dibangun untuk memasok kebutuhan listrik pabrik gula. Yang di Gambir ini, pembangkit listrik pertama yang digunakan untuk publik.

Saat ini gedung klasik yang katanya bergaya arsitektur Art Nouveau dan Art & Craft, dialihfungsikan menjadi Stroom Cafe, kedai kopi yang suasananya bikin para pecinta gedung tua duduk berlama-lama.

Selain ngopi, pengunjung juga dipersilakan untuk menjelajah dan berfoto hingga ke lantai atas. Di lantai dua, ada beberapa ruangan, di antaranya ruangan yang nampak seperti ruang rapat. Lantai tiga tidak difungsikan, hanya ada seperangkat gamelan di ruang kosong yang kata pak satpam sering bunyi sendiri di malam hari hahaha. Dan puncak bangunan yang sepertinya berfungsi sebagai ventilasi udara, cmiiw.

Favorit saya, tentu saja menara gedung yang membuatnya nampak seperti kastil di tengah kota, juga ornamen besi pagar di beranda atas dan railing tangga. Untuk bisa menjelajah dengan nyaman setiap lantai dan ruangannya, datanglah di akhir pekan, suasananya relatif sepi. Berbanding terbalik dengan hari kerja yang bisa jadi akan ramai oleh para karyawan, mengingat gedung ini masih aktif sebagai kantor hingga sekarang.

📍PLN Distribusi Jakarta Raya
Jl. M.I. Ridwan Rais No.1, RT.7/RW.1, Gambir, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10110

Leave a Comment